Tentang Debian
Debian merupakan sebuah distribusi/Distro Linux yang sangat populer akan kestabilannya, sehingga NASA memilih Distro ini sebagai OS utama mereka. debian sendiri melahirkan banyak sekali turunan distro sepeti Ubuntu, MX linux, Kali Linux, Linux Mint, dll, sehingga debian sering sekali disebut Grand Daddy oleh kebanyakan orang di komunitas linux.
Instalasi debian
Kali ini saya akan mengarahkan anda untuk menginstall debian 10 dengan Code Name Buster, sebelum memulai installasi pertama yang harus disiapkan:
Pc yang sudah terinstall VirtualBox, jika belum menginstall maka kunjungi virtualbox.org untuk mendapatkannya.
ISO debian 10, Netinstal atau Full DVD1
disini saya akan menggunakan versi Netinstall karena ukurannya yang lebih kecil (500MB kurang lebih).
Akses ke internet bila anda menggunakan versi Netinstall
Bila anda menggunakan full DVD1 maka lewati saya langkah ini
Langkah Instalasi
Setup VirtualBox
Buka VirtualBox
Klik New
Isi kolom nama dengan debian, maka secara otomatis type dan version akan mengikuti
Tentukan jumlah RAM yang akan dialokasikan (contoh 1024MB),klik Next
minimum ram untuk debian adalah 512MB
Create a virtal hardisk now, next
pilih VDI (Virtual Disk Image), next
disini anda bebas untuk memilih apakah menggunakan Dynamic allocated atau fixed size.
Dynamic Allocated itu Grow atau membesar sampai ukuran maksimum yang telah ditentukan bersamaan dengan banyaknya data yang disimpan tapi tidak dapat mengecil kembali bila ada file yang di delete, dan Fixed size akan berukuran sama dengan maksimum jumlah yang akan kita alokasikan.
disini kita akan menentuka jumlah maksimum dari VDI yang akan kita buat
biasanya disk space minimum yang disarankan adalah 30GB
klik Create.
Netwoking dan ISO
Setelah selesai setup awal maka yang akan kita lakukan adalah setup untuk netwoking dan iso.
Pemilihan ISO
- Pilih Virtual Mecine yang tadi kita buat lalu klik, Setting.
- Pada Menu Storage, pilih Controler: IDE > Empty > Attributes > Optical Drive > klik gambar kaset CD kecil di sebelah “IDE Secondary Master” > Chose A Disk File.
- Pilih ISO Debian yang akan kita gunakan. dan OK.
Netwoking
- Pilih Virtual Mecine yang tadi kita buat lalu klik, Setting.
- Pada Menu Network, adapter 1 kita centang.
- Attached to kita pilih Bridged Adapter.
- Untuk Name kita arahkan ke Adapter yang memiliki internet (WIFI, Kabel LAN).
- klik OK.
Langkah Setup Debian
Bila semua langkah di atas sudah selesai maka lanjut, “Klik Start”, dan Pilih Iso yang tadi dipilih bila ada dialog yang muncul.
Pilih Bahasa
- Pilih English.
- Untuk Location, Other > Asia > Indonesia.
- Configure locales kita pilih,
United States - en_US.UTF-8 - Configure Keyboard, pilih American English.
- tunggu sampai dialog berikutnya muncul.
Hostname
Untuk hostname kita boleh menggunakan nama bebas tanpa spasi, tekan
Enteruntuk lanjutsaat ada orang dijaringan kita melakukan scaning maka mesin ini akan diidentifikasi menggunakan hostname ini.
untuk domain kita kosongkan, Tekan
Enteruntuk lanjut.bila anda menggunakan mesin ini untuk production Enviroment/Hidup di internet maka domain ini wajib diisi sesuai domain yang kita miliki.
Set up Users and Passwords
Root Account
Selanjutnya kita akan men-setup Root Account/Administrator, hati-hatilah dalam men-setup akun root ini, karena akun root memiliki kendali penuh terhadap mesin linux kita, jadi bila anda igin menggunakan mesin ini di production maka buatlah password yang susah agar tidak mudah dijebol.
Password Root tidak boleh kosong tetapi bila kita kosongkan pada dialog ini maka user yang akan kita buat nanti bisa bertindak seperti Root dengan menggunakan
sudo
Disini kita kosongkan saja dan enter 2 kali.
User Biasa
- masukan nama lengkap pada Full name for new user
- masukan username yang akan digunakan
- lalu kita tentukan passwordnya.
- masukan lagi password yang tadi untuk verivikasi.
Configure The Clock
silahkan pilih timezone sesuai dengan zona waktu kita (WIB, WITA, WIT).
Partisi
- Agar lebih mudah saya akan menggunakan
Guided - Use entire disk - Select
ATA VBOX HARDISK - lalu
All files in one parttition - Dan
Finish partitioning and write Changes to disk - Pilih
Yes - tunggu sampai dialog berikutnya muncul.
Configure Package Manager
- Karena kita tidak menggunakan ISO yang lain maka kita pilih
No - Lalu pilih
indonesia - Pilih
deb.debian.org - HTTP Proxy kita kosongkan saja.
- Tunggu samapai dialog berikutnya muncul.
configurin popularity-content
untuk bagian ini anda bebas memilih apakan anda ingin mengikutinya atau tidak, ini hanya mengirimkan paket/package apa saja yang digunakan oleh mensin anda dan tidak mempengaruhi apapun.
Software Selection
karena kita hanya ingin mengistall mesin ini sebagai server maka kita hanya memerlukan standart system utilities
untuk menghapus tanda bintang pada Debian desktop envirement tekan spasi.
disini saya sarankan anda langsung menginstall
SSH Serveruntuk memudahkan ke depanya.
tekan Enter untuk lanjut, dan tunggu sampai dialog selanjutnya muncul.
Install GRUB loader
grub loader beguna untuk mapping os apa saja os yang ada di mesin kita jadi ini menjadi sangat penting, untuk itu kita pilih Yes, pilih dev/sda, dan tunggu sampai dialog berikutnya.
Finish Installation
disini kita sudah berhasil untuk mengistall debian 10, biasanya Virtualbox akan otomatis me-remove ISO kita jadi kita bisa langsung Continue dan menunggu mesin untuk reboot/restart
Post installation / Setelah installasi
setelah ini biasaya kita akan menemuka dialog dengan warna biru yang dominan, jangan panik dan tenang. anda bisa langsung tekan enter atau tunggu sampai ke menu berikutnya dimana kita diminta untuk login dengan user yang sudah kita buat tadi.
Kesimpulan
mungkin selama proses instalasi ini akan terlihat menyeramkan karena hanya ada text di layar, itu memang sering terjadi pada orang yang baru berkecimpung dengan CLI (Command Line Interface) jadi itu bisa dimaklumi
untuk proses installasi debian memang sudah cukup lebih mudah dibandingkan distro yang lain, tetapi kita harus lebih hati-hati bila kita ingin menggunakan debian untuk production.